Minggu, 14 April 2013

Lee Minho, Tamu ku yang Tak Diundang '-')?

halo guys! kali ini gue mau share salah satu cerita pendek yang gue buat nih. asal muasalnya sih cerita ini merupakan tugas yang dikasih sama Penerbit tempat gue ikut audisi menulis gitu. gue rada lupa tentang tugasnya sih, tapi intinya kalo nggak salah disuruh buat cerita tentang tamu yang tak diundang, yang tiba-tiba dateng buat ngajakin kita sarapan bareng. pertanyaannya, apakah kamu bakal mau diajakin sarapan bareng dia? kalo nggak salah kurang lebihnya gitu deh. bingung? sama gue juga.. intinya sih tugas yang gue buat itu begini guys... yuk mareee dibaca '-')?


* * *

            Hhoaaaamm. Matahari pagi mulai menyerang menggerayangi tubuh ku yang masih dengan nyaman berbaring di tempat tidur. Dengan rasa malas ku tutup wajah ku dengan bantal, berharap sinar cerahnya berhenti bersinar dan berubah kembali menjadi malam. Tapi tidak, dengan kejam cahaya yang agak panas dan meanyilaukan itu tetap nekat memasuki kamar ku melalui celah-celah fentilasi jendela, memaksa ku memincingkan mata untuk melihat. Sudah pagi tapi aku masih betah untuk tidur di kasur, walau mungkin sudah tidak bisa tidur pulas setidaknya aku masih bisa tidur-tiduran merebahkan badan. Malas sekali untuk bangun pagi ini.
            Baru saja mata ku secara perlahan mulai terpejam, membawa ku ke alam fantasi alias mimpi, tiba-tiba ku dengar pintu rumah di ketuk. Aku tak peduli, aku tetap acuh dan menutup telinga ku dengan bantal.
            Tok! Tok! Tok!
            Suara itu masih saja terdengar. Aku mulai menggerutu sebal tapi tetap diam di kamar. Tetap saja aku malas bangun walau ada tamu sekalipun. Biar saja Mama atau Papa yang membukakan pintu, aku masih mau tidur.
            Tok! Tok! Tok!
            Aku mulai bangun. Dengan tampang ngantuk dan ditekuk aku mulai keluar kamar, tapi tak ku temukan sosok Mama Papa ku. Hmm, mungkin mereka keluar untuk marathon. Dengan gontai ku buka kunci pintu depan. Dalam hati aku berencana akan memarahi siapapun tamu ini, pertama karena merusak tidur pagi ku, kedua karena bertamu ke rumah orang pagi-pagi, tepatnya pukul tujuh pagi!
            “Selamat pagi” Sapa tamu ku ramah. Aku malah memundurkan langkah ku bersiap kembali menutup pintu, tapi tamu itu dengan cekatan menahannya. Bagaimana reaksi ku tidak begitu, sang tamu yang entah siapa datang dengan memakai topeng Spiderman sambil membawa baki yang isinya juga tidak aku tahu.
            “Boleh aku masuk?” Tamu ku berkata lagi. Aku cuma bisa mangap-mangap gagu.
            “Aku datang bawa sarapan, kamu mau menemaniku makan?” Tanyanya.
            Aku diam saja dan kembali bersiap menutup pintu. Dia pasti orang gila, atau penculik, atau pembunuh yang akan meracuni ku dengan makanan yang dibawanya itu. Melihat ekspresi takut ku, tangannya yang menahan pintu perlahan membuka topengnya. Aku langsung tahan nafas. Seharusnya ini kesempatan ku untuk menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat, tapi aku penasaran.
            Dan saat dia buka topengnya aku langsung lemas, mau pingsan. Dia… Lee Minho! Si aktor korea yang terkenal itu! Langsung ku cubit pipi ku, memastikan ini mimpi atau bukan. Sakit. Ini nyata!
            “Mau menemani ku sarapan?” Tamu ku alias Lee Minho bertanya lagi. Aku mengangguk.
            Oppa, kenapa bisa kemari? Kenapa bisa bahasa Indonesia?” Tanya ku lugu.
            Lee Minho hanya tersenyum sambil menyiapkan sarapan pagi kami. Aku benar-benar meleleh, senyumnya itu benar-benar membuat ku klepek-klepek. Ku perhatikan piyama dan rambut ku yang berantakan. Aku memaki dalam hati, seharusnya aku tidur pakai dress dan make up saja, minimal aku jadi terlihat agak cantik di hadapan tamu ku yang ku panggil Minho Oppa.
            “Aku senang kamu menemani ku sarapan” Kata Minho ramah.
            “Aku juga senang Oppa, aku sering memimpikan bertemu dengan mu akhirnya jadi kenyataan. Bagaimana mungkin aku menolak ajakan sarapan dari orang yang selalu aku impi-impikan? Oppa tahu, aku penggemar berat kamu” Kata ku.
            Lagi-lagi Lee Minho tersenyum. Ia mulai membuka baki yang dibawanya tadi dan menyendokannya ke piring ku.
            “Nasi goreng, Oppa?” Tanya ku heran. Kenapa ia menyuguhkan aku nasi goreng yang asli Indonesia ya? Minho cuma tersenyum saja melihat tingkah ku, membuat ku tidak konsentrasi makan dan akhirnya tersedak. Dengan romantis ia langsung memberi ku air. Baru saja hendak ku ambil gelas itu tapi dengan kejam ia malah mengguyur ku.
            Oppa! Oppa!” Teriak ku.
            Oppa apa? Ini sudah siang, Kika! Tidur kayak orang mati, sampai Mama ketuk pintu nggak dibukain. Bangun!” Seru mama, aku langsung manyun. Ah, ternyata Lee Minho ku cuma mimpi.

* * *

udah guys ceritanya gitu doang karena dikasih batasan kata, hahahhaa... sudah bacakah guys? what do you think? :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar